Parameter hidrolik akifer meliputi porositas, permeabilitas,
konduktivitas hidrolik, transmisivitas, dan storativitas.
Porositas
Dalam akifer terdapat rongga-rongga / ruang dalam batuannya atau
tanahnya yang diisi oleh airtanah bukan oleh material mineral. Nilai porositas
ditentukan oleh ukuran
butir, bentuk butir, dan distribusi butiran. Dalam akifer media pori, rongga-rongga
tersebut berfungsi sebagai saluran air. Porositas primer dibentuk oleh proses pembentukan
batuan sedimen. Porositas sekunder pada batuan sedimen dan batuan beku terjadi setelah
batuan terbentuk, berupa rekahan (fracture),
kekar (joint), bukaan karena pelarutan
(solution opening), dan bukaan oleh jejak
hewan atau akar tumbuhan (opening formed
by animals and plants).
Porositas (N) dinyatakan dalam persen
(%) merupakan perbandingan antara volume rongga terhadap volume tanah / batuan
keseluruhan. Porositas efektif mengendalikan besaran air gravitasi, istilah
lainnya adalah Specific Yield (Sy).
Porositas efektif ekivalen dengan porositas total untuk akifer dengan material
berbutir kasar (pasir/kerakal). Specific
Retention (Sr) merupakan
besaran air yang berbentuk sebagai air kapiler. Porositas (N) merupakan
penjumlahan dari Specific Yield (Sy)
dan Specific Retention (Sr).
Permeabilitas (permeability)
Nilai
permeabilitas menggambarkan kecepatan aliran untuk setiap penurunan satu unit
gradien hidrolik, yang bersifat konstan. Nilai parameter ini bergantung kepada
bentuk butir, ukuran butir, porositas batuan, dan viskositas air. Besaran permeabilitas dapat diperoleh melalui pengukuran
permeabilitas di laboratorium atau uji pompa di lapangan. Parameter
permeabilitas dinyatakan dalam satuan cm/detik dan diberi notasi “k”.
Konduktivitas hidrolik (hydraulic conductivity)
Konduktivitas
hidrolik didefinisikan sebagai koefisien yang secara proporsional mengambarkan
kecepatan air yang dapat melaju melalui media permeabel dalam unit waktu dan
unit gradien hidrolik. Densitas dan viskositas air harus diperhatikan dalam
mendeterminasi parameter konduktifitas hidraulik. Parameter ini dinyatakan
dalam satuan m/s dan diberi notasi “K”.
Transmisivitas (transmissivity)
Satuan
yang menunjukan kecepatan aliran dibawah satu unit gradien hidrolik melalui
sebuah penampang pada seluruh tebal
jenuh suatu akifer, dinyatakan dalam satuan m2/s serta diberi notasi
“T”.
Storativitas (storativity)
Parameter
ini merupakan nilai volume air yang dapat dikeluarkan/dimasukan dari/ke akifer
pada unit luas dan per unit perubahan paras muka air. Besaran storativitas
dinyatakan tanpa satuan serta diberi notasi “S”.
Friday, August 25, 2017
Air Bawah Tanah dan Airtanah
Terdapat
dua terminologi yang sering digunakan untuk memerikan air di bawah permukaan tanah, yaitu airtanah dan air bawah tanah. Terminologi airtanah berasal dari
kata “groundwater”, yaitu air di
bawah permukaan tanah yang berada di dalam zona jenuh air (saturated zone). Zona jenuh dibatasi oleh bidang muka airtanah dengan zona tidak jenuh di bagian atasnya. Sedangkan terminologi air bawah tanah secara umum adalah seluruh air
yang terdapat di bawah permukaan tanah, termasuk di dalamnya adalah air pori
yang terdapat pada zona tidak jenuh (non
saturated zone).
Secara lebih rinci, zona tak jenuh (unsaturated zone) terdiri dari zona air pori, zona air vadose, dan zona kapiler. Zona air pori dimulai dari permukaan tanah hingga zona perakaran, yang diisi oleh butiran air, udara, serta berperan memberikan kelembaban pada akar. Zona vadose adalah bagian dari zona tak jenuh yang berada di bawah zona air pori dan di atas zona air kapiler. Zona kapiler letaknya di bawah zona vadose dan di atas muka airtanah.
Zona jenuh (saturated zone) pada suatu akifer bebas merupakan lapisan jenuh air yang dibatasi di bagian atasnya oleh muka airtanah dan di bagian bawahnya oleh lapisan batuan tidak lolos air (impermeabel). Pada jenis akifer tertekan, zona jenuh meliputi seluruh tebal akifer, yang dibatasi bagian atas dan bagian bawahnya oleh lapisan impermeabel.
Secara lebih rinci, zona tak jenuh (unsaturated zone) terdiri dari zona air pori, zona air vadose, dan zona kapiler. Zona air pori dimulai dari permukaan tanah hingga zona perakaran, yang diisi oleh butiran air, udara, serta berperan memberikan kelembaban pada akar. Zona vadose adalah bagian dari zona tak jenuh yang berada di bawah zona air pori dan di atas zona air kapiler. Zona kapiler letaknya di bawah zona vadose dan di atas muka airtanah.
Zona jenuh (saturated zone) pada suatu akifer bebas merupakan lapisan jenuh air yang dibatasi di bagian atasnya oleh muka airtanah dan di bagian bawahnya oleh lapisan batuan tidak lolos air (impermeabel). Pada jenis akifer tertekan, zona jenuh meliputi seluruh tebal akifer, yang dibatasi bagian atas dan bagian bawahnya oleh lapisan impermeabel.
Friday, May 1, 2009
Liburan dengan Kia Carens II
Rute yang kami lalui adalah via Jalur Selatan: Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Majenang, Wangon, Kebumen, Wates, Yogya, Klaten, Solo, Sragen, Ngawi, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Mojosari, Gempol, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Ketapang, Gilimanuk, muter2 di Bali (Lovina, Singaraja, Bedugul, Denpasar, Sukawati, Ubud, Kintamani, Batur, Besakih, Klungkung, Gianyar, Sanur, Kuta, Uluwatu, Tanah Lot).
Anyway: liburan dengan Carens II sangat menyenangkan....
Friday, April 3, 2009
Grasberg Turun Salju (GTS)
I love you Grasberg.....
Wednesday, February 11, 2009
SERVERN CULLIS-SUZUKI
(sebuah tulisan yang diambil dari milis Binaguru - mudah-mudahan bermanfaat karena menggambarkan bagaimana anak-anak muda mempunyai pandangan hidup mengubah dunia di sekitarnya dimulai dengan langkah2 sederhana namun dilakukan dengan komitmen penuh. suatu hal yang perlu dicontoh oleh anak-anak sekarang)
Beberapa link yang bisa jadi referensi: Craig Kielburger http://www.freethechildren.org; Chad Pregracke http://www.
SERVERN CULLIS-SUZUKI : GADIS CILIK YANG MEMBUNGKAM DUNIA
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yang bernama Severn Suzuki seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah-masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB tahun 1992, dimana pada saat itu Seveern yang berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yang memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang-orang terkemuka yang berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: ( sumber: The Collage Foundation )
* * * * *
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization
Kami Adalah Kelompok dari kanada yang terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham.. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar..
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asal nya..
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, dan Cinta dan Kasih sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak.
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh melakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya'
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-kata mu '
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.
Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.
* * * * *
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..
"Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa penting nya lingkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin Saya .... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun"
Cerita ini benar-benar terjadi dan pidato severn Cullis-Suzuki itu benar-benar pidato yang dikatakan nya dalam pidato tersebut tanpa dilbih-lebihkan .
Apa yang anda dapat dari cerita tersebut?
Saturday, September 13, 2008
MARTIN LUTHER (1483-1546)
Seseorang boleh menjadi terkenal asal ia tetap berpegang pada prinsip, yakni tidak "plin-plan", artinya sebentar mengambil keputusan yang ini lalu berubah lagi. Tokoh yang cocok dan layak kita teladani adalah Martin Luther. Ia setia dan tetap setia walaupun jiwanya terancam. Inilah pengharapan kita bersama. Mari, biarlah melalui tulisan ini kita boleh lebih mengenal lebih jauh seorang Tokoh Reformator yakni Martin Luther dan sekaligus meneladaninya.
Martin Luther dikenal sebagai seorang tokoh reformator gereja di Jerman pada abad XIV. Ayahnya Hans Luther dan ibunya Margaretha Lindemann. Gerakan reformasi yang diusahakannya telah menyebabkan berdirinya sebuah gereja lain disamping Gereja Katolik Roma yaitu gereja Lutheran.
Luther dilahirkan 10 November 1483 dalam sebuah keluarga petani di Eisleben, Thuringen, Jerman. Pada tanggal 11 November 1483 ia dibaptiskan dan diberi nama Martinus sesuai dengan nama orang kudus. Keluarga Luther adalah keluarga yang saleh seperti biasanya golongan petani di Jerman."Saya anak seorang petani, ayah saya, nenek , dan moyang saya adalah petani-petani tulen". Demikianlah Luther pernah berkata kepada para sarjana, teman-temannya. Dan ciri-ciri anak petani itu tidak pernah lepas dari dirinya, baik secara lahiriah maupun secara rohani.
Pada tahun 1501 Luther memasuki Universitas Erfurt, suatu Universitas yang terbaik dijerman pada masa itu. Di sini ia belajar filsafat, theologia skolastik serta untuk pertama kalinya Luther membaca Alkitab Perjanjian Lama yang ditemukannya dalam perpustakaan Universitas tersebut. Orangtuanya menyekolahkan Luther pada sekolah ini untuk mempersiapakan dirinya memasuki fakultas Hukum, supaya nantinya dapat menduduki pangkat yang tinggi. Namun pada umur 25 tahun, tepatnya tanggal 2 Juni 1505 Luther memutuskan studinya untuk menjadi biarawan.
16 Juli 1505 Martin Luther mulai memasuki biara di Erfurt dengan didukung oleh sahabat-sahabatnya, sedangkan orangtuanya tidak mendukungnya karena mereka tidak menyetujuinya. Di dalam biara ia berusaha mematuhi dengan keras segala peraturan-peraturan yang ada. Ia paling rajin berdoa dan pernah berpuasa sampai pinsan. Ia mengaku dosanya sekurang-kurangnya sekali seminggu. Pada setiap waktu ibadah doa, Luther mengucapkan doa
duapuluh tujuh kali Doa Bapa Kami dan Ave Maria. Luther membaca Alkitab dengan rajin dan teliti. Semuanya itu diperbuatanya dalam rangka untuk mencapai kepastian tentang keselamatannya. Sebenarnya Luther mempunyai pergumulan yang cukup berat, yakni bagaimana memperoleh seorang Allah yang Rahmani. Gereja mengajar bahwa Allah adalah seorang hakim yang akan menghukum orang yang tidak benar dan melepaskan orang benar. Luther merasa bahwa dirinya tidak mungkin benar dan pasti mendapatkan hukuman dari Allah.
Pemimpin biara yang cukup bijaksana dan penuh pengertian, Johannes Von Staupitz, mendorong Martin untuk tetap setia di dalam panggilannya. Staupitz dalam melihat dalam diri Martin ada tersirat suatu gambaran penuh pengharapan, karena orang ini akan menjadi seorang pembaharu yang luar biasa. Pada tanggal 2 Mei 1507, Luther ditahbiskan menjadi Imam. Kedua orangtuanya hadir dalam acara tersebut, serta menerima ekaristi yang pertama yang dilayani Martin Luther. Pemimpin biara Staupitz mengirim Luther untuk kembali melanjutkan sekolah teologi di Wittenberg, sambil mengajar mata kuliah Filsafat Moral. Itulah sebabnya Luther dipindahkan ke Biara Agustinus di Wittenberg pada tahun 1508; namun pada tahun berikutnya kembali ke Erfurt untuk mengajar Dogmatika. Tahun 1512 Luther menerima gelar Doktor dan ia menjadi seorang profesor yang mengajar mata kuliah kitab Mazmur, kitab Roma, kitab Galatia dan kitab Ibrani. Kitab-kitab ini merupakan dasar pembentukan pemikiran dan watak bagi seorang reformator.
Secara khusus ketika Luther menyelidiki Surat Roma terutama Roma 1:16-17, ia menemukan bahwa kebenaran Allah itu tidak lain adalah Ia mau menerima orang-orang berdosa serta yang meyesali dosanya, tetapi Allah akan menolak orang-orang yang menganggap dirinya benar. Kebenaran Allah adalah sikap Allah terhadap orang-orang berdosa yang membenarkan manusia yang berdosa karena kebenaranNya. Tuhan Allah mengenakan kepada manusia berdosa kebenaran Kristus, oleh sebab itu Tuhan Allah memandang orang-orang berdosa sebagai orang benar. Melalui penemuannya ini akhirnya Luther menulis :
"Aku mulai sadar bahwa kebenaran Allah itu harus disambut dengan iman.Injillah yang menyatakan kebenaran Allah itu, yakni kebenaran yang harus dikerjakannya sendiri. Dengan demikian Tuhan yang Rahmani itu membenarkan kita dengan anugerah dan iman saja. Aku seakan-akan diperanakkan kembali dan pintu Firdaus terbuka bagiku. Pandanganku terhadap seluruh Alkitab berubah sama sekali karena mataku sudah celik sekarang." Pernyataan
ini disampaikan dalam memberi ceramah-ceramah kuliahnya.
Sebenarnya hasil penemuan dari Luther ini bukanlah merupakan pencetus gerakan Reformasinya, tetapi yang menjadi pencetusnya justru adanya penjualan Surat Indulgensia pada masa kekuasaan Paus Leo X untuk pembangunan gedung gereja Rasul Petrus di Roma dan penglunasan hutang Uskup Agung Albrech dari Mainz. Dengan membeli Surat Indulgensia (Surat Penghapusan Siksa/Dosa), seseorang yang telah mengaku dosanya dihadapan imam tidak dituntut lagi untuk membuktikan penyesalannya dengan sungguh-sungguh. Bahkan para penjual surat ini melampaui pemahaman teologis, mereka mengatakan pada saat uang berdering di peti, jiwa akan melompat dari api penyucian ke surga, bahkan dikatakan juga bahwa Surat Indulgensia itu dapat menghapus dosa manusia.
Sebagai seorang hamba Tuhan dan teolog, Luther merasa bertanggung-jawab terhadap penyalahgunaan firman Tuhan. Itulah sebabnya ia menentang keras Surat Indulgensia itu. Untuk itulah maka Luther maka Luther mengundang para intelek untuk mengadakan perdebatan teologis mengenai Surat Indulgensia itu. Untuk maksud itu maka Luther merumuskan 95 Dalil dan ditempelkannya di depan pintu gerbang gereja istana Wittenberg, tepatnya pada tanggal 31 Oktober 1517. Tanggal ini yang kemudian oleh para reformatoris disebut sebagai Hari Reformasi. Dalam waktu sebulan, semua dalil yang dirumuskan oleh Luther telah tersebar di seluruh negeri Jerman, dengan demikian Surat Indulgensia tidak berlaku lagi. Biang keladi yang dituduh oleh Paus Leo X adalah Luther, sebab dialah kunci yang menyebabkan orang-orang tidak percaya pada Surat itu. Paus dengan tegas menuntut agar Luther segera mencabut kembali dalil-dalilnya, dan Luther dicap sebagai pencetus pengajaran yang sesat. Namun Luther tetap mempertahankan prinsipnya, sehingga ia terancam akan dibunuh.
Sementara itu raja Friedrich dan Universitas Wittenberg berusaha keras untuk membela Luther; oleh sebab itu mereka meminta agar Luther diperiksa di Jerman, dan permintaan mereka itu dikabulkan. Paus kemudian mengutus Cajetanus untuk memeriksa Luther (1518). Cajetanus mengutus orang-orangnya untuk membujuk dan meminta Luther supaya mencabut semua dalil-dalilnya, tetapi Luther tetap tidak mau. Utusan Catejanus mengatakan; " hanya enam huruf saja yang harus diucapkan oleh Luther yakni revoco, artinya saya mencabut kembali." Luther menjawab mereka; "Bagiku kebenaran lebih penting dari segala-galanya."
Gerakan yang diperjuangkan oleh Luther tetap berjalan. Banyak kota dan wilayah Jerman memihak pada Luther dan Luther bahakan terkenal di luar negeri. Kaum Humanis dan para petani diJerman tetap menaruh simpatik kepada Luther. Perdebatan theologis itu seyogianya dilakukan lebih awal namun tidak terlaksana. Perdebatan itu baru terjadi pada Juni 1519, di Leipzig. Dalam perdebatan ini Luther berhadapan dengan Johann Eck.Dalam perdebatan yang dilakukan ini Luther mengatakan bahwa paus-paus tidak bebas dari kesalahan-kesalahan. Konsili sendiri juga tidak terluput dari berbagai kesalahan. Luther menunjuk kepada Konsili Constanz yang memutuskan hukuman mati dibakar atas Johanes Hus. Johann Eck menuduh Luther sebagai pengikut Johanes Hus. Dalam perdebatan ini pokok perdebatan pokok pembicaraan dalam perdebatan ini sudah bergeser darisurat Penghapusan Dosa ke kekuasaan Paus. Menurut Luther yang berkuasa di kalangan orang-orang Kristen bukanlah Paus atau konsili, tetapi hanya firman Allah. Dan saat ini Luther telah siap menerima kutukan dari Paus.
Sementara Luther menanti saat-saat kutukan dari Paus ia sempat menulis banyak karangan untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan 95 dalil yang ditempelkan di pintu gerbang gereja istana Wittenberg. Di antara sejumlah karangannhya tiga diantaranya yang cukup penting adalah;
1. Kepada Kaum Bangsawan Kristen Jerman tentang perbaikan masyarakat Kristen
Dalam buku ini Luther menyerang dan menolak habis-habisan apa yang disebut tiga tembok Yerikho dari Paus. Maksudnya Paus berkuasa atas kaum awam, Paus saja yang berhak menafsirkan Alkitab dan hanya Paus saja yang berhak memanggiul konsili. Luther mengatakan seseorang yang sudah percaya kepada Kristus mempunyai tiga jabatan imamat yakni Raja, Imam dan Nabi. tidak ada bedanya Paus, Imam dan Nabi denan raja, bangsawan, tukang-tukang dan para petani. Hanya ada satu tubuh dan Kristus sebagai sang Kepalanya.
2. Pembuangan Babel untuk Gereja
Buku ini ditujukan untuk para sarjana, teolog dan pejabat gereja. Tulisan ini terutama membahas tentang sakramen-sakramen. Menurut Luther ke tujuh sakramen yang ada di dalam Gereja Katolik Roma menawan seorang Kristen sejak kecil sampai ke liang kubur. Padahal menurut firman Tuhan hanya ada dua sakramen yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus yakni Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus. Luther menolak ajaran transsubstansiasi. Ia mengajarkan tentang koexistensi dalam tubuh dan darah Kristus, dengan dan di bawah roti dan anggur. Keduanya sungguh-sungguh hadir namun yang satu kelihatan dan yang lainnya tidak kelihatan. Luther mengantikan ajaran transsubstansiasi dengan ajaran ko-substansiasi.
3. Kebebasan seorang Kristen
Ini adalah buku Etika. Luther merumuskan kebebasan Kristen dengan dua rumusan yang tampaknya bertentangan sebagai berikut: "Seorang Kristen adalah bebas dari segala ikatan dan bukanlah hamba siapapun; seorang Kristen adalah terikat kepada segala sesuatu dan hamba kepada semua orang". Orang Kristen itu bebas dari hukum atau Taurat apapun dan tidak terikat pada peraturan yang dikeluarkan oleh siapapun, namun kebebasan itu bukanlah kebebasan dari Kristus, tetapi kebebasan dalam Kristus.
15 Juni 1520, surat resmi dari Paus dikeluarkan untuk meminta supaya Luther mencabut segala pandangannya dalam tempo 60 hari. 10 Desember 1520, Luther membakar surat resmi yang dikeluarkan oleh Paus. Tindakan ini merupakan pemutusan hubungan dengan Gereja Katolik Roma. Kemudian keluarlah surat kutukan dari Paus pada tanggal 3 Januari 1521, dan sekarang Luther berada di bawah kutukan gereja. Bulan April 1521 Kaisar Karel V mengadakan rapar di kekaisaran Worms. Martin Luther diundang untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan-perbuatannya berikut juga karangannya. 18 April 1521 Luther mengadakan pembelaan diri."Maukah engkau menarik kembali buku-buku yang telah engkau akui sebagai karanganmu itu?" tanya Von der Ecken. Lalu Luther dengan suara tegas dan penuh keberanian menyampaikan pidato pembelaannya."Pertama-tama saya minta maaf karena saya tidak menyebutkan gelar-gelar yang anda miliki, sebab saya berasal dari suatu biara yang tidak mengetahui banyak tentang hal-hal itu. Buku-buku yang saya tulis itu terutama berisi hal-hal yang membangun, membina iman dan kesulilaan. Baik teman maupun lawan, sependapat bahwa semua ini adalah buku-buku yang baik. Jadi adalah merupakan hal yang sangat bodoh bila saya menarik buku-buku itu kembali."
25 Mei 1521 dikeluarkanlah Edik Worms yang isinya antara lain; "Luther dan para pengikutnya dikucilkan masyarakat, semua buku-buku Luther harus dibakar dan Luther harus ditangkap dan dibunuh oleh siapapun dan di manapun juga."
Tatkala Luther melintasi hutan, tiba-tiba saja ia disergap oleh pasukan kuda yang bersenjata. Luther kemudian di bawa dan disembunyikan di Puri Wartburg atas perintah Frederick yang budiman. Luther tinggal di sini kurang lebih sepuluh bulan dengan memakai nama samaran Junker Georg. Di Puri Wartburg ini Luther menyelesaikan karyanya yang lain yakni terjemahan PerjanjianBaru dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Jerman. Sementara Luther bersembunyi terjadi huru-hara di Wittenberg, Carlstads muncul dan menilai apa yang dilakukan oleh Luther bukan berusaha menghapus segala sesuatu yang berbau Katolik Roma. Ia juga memprotes hidup membiara yang menganjurkan para biarawan tidak boleh menikah. Perubahan-perubahan ini memang didukung oleh Luther, tetapi kemudian Carlstads dipengaruhi oleh nabi-nabi dari Zwickau yang sifatnya radikal dan merusak. Mereka menyerang gereja-gereja dan altar-altarnya dihancurkan. Huru-hara ini tidak dapat dikendalikan oleh Frederick yang budiman. Peristiwa ini didenagr olehLuther dan ia secepatnya datang kembali ke Wittenberg. Ia memulainya dengan jalan berkhotbah selama seminggu penuh untuk menenteramkan suasana kacau itu. Menurut Luther Reformasi gereja tidak dapat dilakukan dengan kekerasan seperti ini. Luther mengecam keras apa yang dilakukan Carlstads, menghardiknya sehingga Carlstads mengungsi ke Swiss.
Mei 1525, Luther meminang Catharina Von Bora sebagai istrinya.Pertalian cinta kasih sepasang suami-istri ini bertambah berat tatkala pada tanggal 7 Juli 1526 lahir seorang anak laki-lakinya. Luther menyambut anaknya Luther Jr, dengan penuh sukacita "Sudah datang seorang Luther kecil!".
Reformasi yang diperjuangkan Luther melahirkan gereja yang disebut Protestan, ada yang mengatakan karena Luther mengadakan protes.Gereja-gereja yang beraliran Lutheran saat ini tersebar di seluruh penjuru dunia. Semangat Luther, seharusnya menjadi semangat setiap orang-orang percaya. Keberanian Luther seharusnya menjadi keberaniaan setiap kita. Kesetiaan Luther seharusnya juga dimiliki oleh orang-orang Kristen masa kini. Tahun 1537 Luther kembali mengarang suatu karangan yang menguraikan pokok-pokok iman gereja Reformatoris. Untuk keperluan jemaat dan para pendeta Luther juga mengeluarkan buku Katekismus Kecilan Katekismus Besar. Martin Luther dipanggil ke sisiNya pada tanggal 18 Februari 1546 dalam usianya yang ke 62 tahun di Eisleben. Motto pelayanan Luther yang luar biasa adalah: "Aku tidak akan mati, tetapi hidup dan memberitakan karya-karya Tuhan".
Inilah pengajarannya, inilah hidupnya dan inilah berita yang disampaikannya. Memang kita tidak menghormati Luther sebagai orang yang aneh atau luar biasa, sebab sesungguhnya ia memang orang biasa yang Tuhan percayakan kepadanya tugas yang luar biasa. Tetapi saya yakin kita tetap mau mendengarkan kesaksiannya dan sejalan dengan apa yang diucapkan Melanchthon, "berterima kasih kepada Doktor Martin Luther yang terhormat itu, karena ia telah mengajarkan Injil yang benar itu kepada kita."
oleh SaumimanSaud
Martin Luther dikenal sebagai seorang tokoh reformator gereja di Jerman pada abad XIV. Ayahnya Hans Luther dan ibunya Margaretha Lindemann. Gerakan reformasi yang diusahakannya telah menyebabkan berdirinya sebuah gereja lain disamping Gereja Katolik Roma yaitu gereja Lutheran.
Luther dilahirkan 10 November 1483 dalam sebuah keluarga petani di Eisleben, Thuringen, Jerman. Pada tanggal 11 November 1483 ia dibaptiskan dan diberi nama Martinus sesuai dengan nama orang kudus. Keluarga Luther adalah keluarga yang saleh seperti biasanya golongan petani di Jerman."Saya anak seorang petani, ayah saya, nenek , dan moyang saya adalah petani-petani tulen". Demikianlah Luther pernah berkata kepada para sarjana, teman-temannya. Dan ciri-ciri anak petani itu tidak pernah lepas dari dirinya, baik secara lahiriah maupun secara rohani.
Pada tahun 1501 Luther memasuki Universitas Erfurt, suatu Universitas yang terbaik dijerman pada masa itu. Di sini ia belajar filsafat, theologia skolastik serta untuk pertama kalinya Luther membaca Alkitab Perjanjian Lama yang ditemukannya dalam perpustakaan Universitas tersebut. Orangtuanya menyekolahkan Luther pada sekolah ini untuk mempersiapakan dirinya memasuki fakultas Hukum, supaya nantinya dapat menduduki pangkat yang tinggi. Namun pada umur 25 tahun, tepatnya tanggal 2 Juni 1505 Luther memutuskan studinya untuk menjadi biarawan.
16 Juli 1505 Martin Luther mulai memasuki biara di Erfurt dengan didukung oleh sahabat-sahabatnya, sedangkan orangtuanya tidak mendukungnya karena mereka tidak menyetujuinya. Di dalam biara ia berusaha mematuhi dengan keras segala peraturan-peraturan yang ada. Ia paling rajin berdoa dan pernah berpuasa sampai pinsan. Ia mengaku dosanya sekurang-kurangnya sekali seminggu. Pada setiap waktu ibadah doa, Luther mengucapkan doa
duapuluh tujuh kali Doa Bapa Kami dan Ave Maria. Luther membaca Alkitab dengan rajin dan teliti. Semuanya itu diperbuatanya dalam rangka untuk mencapai kepastian tentang keselamatannya. Sebenarnya Luther mempunyai pergumulan yang cukup berat, yakni bagaimana memperoleh seorang Allah yang Rahmani. Gereja mengajar bahwa Allah adalah seorang hakim yang akan menghukum orang yang tidak benar dan melepaskan orang benar. Luther merasa bahwa dirinya tidak mungkin benar dan pasti mendapatkan hukuman dari Allah.
Pemimpin biara yang cukup bijaksana dan penuh pengertian, Johannes Von Staupitz, mendorong Martin untuk tetap setia di dalam panggilannya. Staupitz dalam melihat dalam diri Martin ada tersirat suatu gambaran penuh pengharapan, karena orang ini akan menjadi seorang pembaharu yang luar biasa. Pada tanggal 2 Mei 1507, Luther ditahbiskan menjadi Imam. Kedua orangtuanya hadir dalam acara tersebut, serta menerima ekaristi yang pertama yang dilayani Martin Luther. Pemimpin biara Staupitz mengirim Luther untuk kembali melanjutkan sekolah teologi di Wittenberg, sambil mengajar mata kuliah Filsafat Moral. Itulah sebabnya Luther dipindahkan ke Biara Agustinus di Wittenberg pada tahun 1508; namun pada tahun berikutnya kembali ke Erfurt untuk mengajar Dogmatika. Tahun 1512 Luther menerima gelar Doktor dan ia menjadi seorang profesor yang mengajar mata kuliah kitab Mazmur, kitab Roma, kitab Galatia dan kitab Ibrani. Kitab-kitab ini merupakan dasar pembentukan pemikiran dan watak bagi seorang reformator.
Secara khusus ketika Luther menyelidiki Surat Roma terutama Roma 1:16-17, ia menemukan bahwa kebenaran Allah itu tidak lain adalah Ia mau menerima orang-orang berdosa serta yang meyesali dosanya, tetapi Allah akan menolak orang-orang yang menganggap dirinya benar. Kebenaran Allah adalah sikap Allah terhadap orang-orang berdosa yang membenarkan manusia yang berdosa karena kebenaranNya. Tuhan Allah mengenakan kepada manusia berdosa kebenaran Kristus, oleh sebab itu Tuhan Allah memandang orang-orang berdosa sebagai orang benar. Melalui penemuannya ini akhirnya Luther menulis :
"Aku mulai sadar bahwa kebenaran Allah itu harus disambut dengan iman.Injillah yang menyatakan kebenaran Allah itu, yakni kebenaran yang harus dikerjakannya sendiri. Dengan demikian Tuhan yang Rahmani itu membenarkan kita dengan anugerah dan iman saja. Aku seakan-akan diperanakkan kembali dan pintu Firdaus terbuka bagiku. Pandanganku terhadap seluruh Alkitab berubah sama sekali karena mataku sudah celik sekarang." Pernyataan
ini disampaikan dalam memberi ceramah-ceramah kuliahnya.
Sebenarnya hasil penemuan dari Luther ini bukanlah merupakan pencetus gerakan Reformasinya, tetapi yang menjadi pencetusnya justru adanya penjualan Surat Indulgensia pada masa kekuasaan Paus Leo X untuk pembangunan gedung gereja Rasul Petrus di Roma dan penglunasan hutang Uskup Agung Albrech dari Mainz. Dengan membeli Surat Indulgensia (Surat Penghapusan Siksa/Dosa), seseorang yang telah mengaku dosanya dihadapan imam tidak dituntut lagi untuk membuktikan penyesalannya dengan sungguh-sungguh. Bahkan para penjual surat ini melampaui pemahaman teologis, mereka mengatakan pada saat uang berdering di peti, jiwa akan melompat dari api penyucian ke surga, bahkan dikatakan juga bahwa Surat Indulgensia itu dapat menghapus dosa manusia.
Sebagai seorang hamba Tuhan dan teolog, Luther merasa bertanggung-jawab terhadap penyalahgunaan firman Tuhan. Itulah sebabnya ia menentang keras Surat Indulgensia itu. Untuk itulah maka Luther maka Luther mengundang para intelek untuk mengadakan perdebatan teologis mengenai Surat Indulgensia itu. Untuk maksud itu maka Luther merumuskan 95 Dalil dan ditempelkannya di depan pintu gerbang gereja istana Wittenberg, tepatnya pada tanggal 31 Oktober 1517. Tanggal ini yang kemudian oleh para reformatoris disebut sebagai Hari Reformasi. Dalam waktu sebulan, semua dalil yang dirumuskan oleh Luther telah tersebar di seluruh negeri Jerman, dengan demikian Surat Indulgensia tidak berlaku lagi. Biang keladi yang dituduh oleh Paus Leo X adalah Luther, sebab dialah kunci yang menyebabkan orang-orang tidak percaya pada Surat itu. Paus dengan tegas menuntut agar Luther segera mencabut kembali dalil-dalilnya, dan Luther dicap sebagai pencetus pengajaran yang sesat. Namun Luther tetap mempertahankan prinsipnya, sehingga ia terancam akan dibunuh.
Sementara itu raja Friedrich dan Universitas Wittenberg berusaha keras untuk membela Luther; oleh sebab itu mereka meminta agar Luther diperiksa di Jerman, dan permintaan mereka itu dikabulkan. Paus kemudian mengutus Cajetanus untuk memeriksa Luther (1518). Cajetanus mengutus orang-orangnya untuk membujuk dan meminta Luther supaya mencabut semua dalil-dalilnya, tetapi Luther tetap tidak mau. Utusan Catejanus mengatakan; " hanya enam huruf saja yang harus diucapkan oleh Luther yakni revoco, artinya saya mencabut kembali." Luther menjawab mereka; "Bagiku kebenaran lebih penting dari segala-galanya."
Gerakan yang diperjuangkan oleh Luther tetap berjalan. Banyak kota dan wilayah Jerman memihak pada Luther dan Luther bahakan terkenal di luar negeri. Kaum Humanis dan para petani diJerman tetap menaruh simpatik kepada Luther. Perdebatan theologis itu seyogianya dilakukan lebih awal namun tidak terlaksana. Perdebatan itu baru terjadi pada Juni 1519, di Leipzig. Dalam perdebatan ini Luther berhadapan dengan Johann Eck.Dalam perdebatan yang dilakukan ini Luther mengatakan bahwa paus-paus tidak bebas dari kesalahan-kesalahan. Konsili sendiri juga tidak terluput dari berbagai kesalahan. Luther menunjuk kepada Konsili Constanz yang memutuskan hukuman mati dibakar atas Johanes Hus. Johann Eck menuduh Luther sebagai pengikut Johanes Hus. Dalam perdebatan ini pokok perdebatan pokok pembicaraan dalam perdebatan ini sudah bergeser darisurat Penghapusan Dosa ke kekuasaan Paus. Menurut Luther yang berkuasa di kalangan orang-orang Kristen bukanlah Paus atau konsili, tetapi hanya firman Allah. Dan saat ini Luther telah siap menerima kutukan dari Paus.
Sementara Luther menanti saat-saat kutukan dari Paus ia sempat menulis banyak karangan untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan 95 dalil yang ditempelkan di pintu gerbang gereja istana Wittenberg. Di antara sejumlah karangannhya tiga diantaranya yang cukup penting adalah;
1. Kepada Kaum Bangsawan Kristen Jerman tentang perbaikan masyarakat Kristen
Dalam buku ini Luther menyerang dan menolak habis-habisan apa yang disebut tiga tembok Yerikho dari Paus. Maksudnya Paus berkuasa atas kaum awam, Paus saja yang berhak menafsirkan Alkitab dan hanya Paus saja yang berhak memanggiul konsili. Luther mengatakan seseorang yang sudah percaya kepada Kristus mempunyai tiga jabatan imamat yakni Raja, Imam dan Nabi. tidak ada bedanya Paus, Imam dan Nabi denan raja, bangsawan, tukang-tukang dan para petani. Hanya ada satu tubuh dan Kristus sebagai sang Kepalanya.
2. Pembuangan Babel untuk Gereja
Buku ini ditujukan untuk para sarjana, teolog dan pejabat gereja. Tulisan ini terutama membahas tentang sakramen-sakramen. Menurut Luther ke tujuh sakramen yang ada di dalam Gereja Katolik Roma menawan seorang Kristen sejak kecil sampai ke liang kubur. Padahal menurut firman Tuhan hanya ada dua sakramen yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus yakni Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus. Luther menolak ajaran transsubstansiasi. Ia mengajarkan tentang koexistensi dalam tubuh dan darah Kristus, dengan dan di bawah roti dan anggur. Keduanya sungguh-sungguh hadir namun yang satu kelihatan dan yang lainnya tidak kelihatan. Luther mengantikan ajaran transsubstansiasi dengan ajaran ko-substansiasi.
3. Kebebasan seorang Kristen
Ini adalah buku Etika. Luther merumuskan kebebasan Kristen dengan dua rumusan yang tampaknya bertentangan sebagai berikut: "Seorang Kristen adalah bebas dari segala ikatan dan bukanlah hamba siapapun; seorang Kristen adalah terikat kepada segala sesuatu dan hamba kepada semua orang". Orang Kristen itu bebas dari hukum atau Taurat apapun dan tidak terikat pada peraturan yang dikeluarkan oleh siapapun, namun kebebasan itu bukanlah kebebasan dari Kristus, tetapi kebebasan dalam Kristus.
15 Juni 1520, surat resmi dari Paus dikeluarkan untuk meminta supaya Luther mencabut segala pandangannya dalam tempo 60 hari. 10 Desember 1520, Luther membakar surat resmi yang dikeluarkan oleh Paus. Tindakan ini merupakan pemutusan hubungan dengan Gereja Katolik Roma. Kemudian keluarlah surat kutukan dari Paus pada tanggal 3 Januari 1521, dan sekarang Luther berada di bawah kutukan gereja. Bulan April 1521 Kaisar Karel V mengadakan rapar di kekaisaran Worms. Martin Luther diundang untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan-perbuatannya berikut juga karangannya. 18 April 1521 Luther mengadakan pembelaan diri."Maukah engkau menarik kembali buku-buku yang telah engkau akui sebagai karanganmu itu?" tanya Von der Ecken. Lalu Luther dengan suara tegas dan penuh keberanian menyampaikan pidato pembelaannya."Pertama-tama saya minta maaf karena saya tidak menyebutkan gelar-gelar yang anda miliki, sebab saya berasal dari suatu biara yang tidak mengetahui banyak tentang hal-hal itu. Buku-buku yang saya tulis itu terutama berisi hal-hal yang membangun, membina iman dan kesulilaan. Baik teman maupun lawan, sependapat bahwa semua ini adalah buku-buku yang baik. Jadi adalah merupakan hal yang sangat bodoh bila saya menarik buku-buku itu kembali."
25 Mei 1521 dikeluarkanlah Edik Worms yang isinya antara lain; "Luther dan para pengikutnya dikucilkan masyarakat, semua buku-buku Luther harus dibakar dan Luther harus ditangkap dan dibunuh oleh siapapun dan di manapun juga."
Tatkala Luther melintasi hutan, tiba-tiba saja ia disergap oleh pasukan kuda yang bersenjata. Luther kemudian di bawa dan disembunyikan di Puri Wartburg atas perintah Frederick yang budiman. Luther tinggal di sini kurang lebih sepuluh bulan dengan memakai nama samaran Junker Georg. Di Puri Wartburg ini Luther menyelesaikan karyanya yang lain yakni terjemahan PerjanjianBaru dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Jerman. Sementara Luther bersembunyi terjadi huru-hara di Wittenberg, Carlstads muncul dan menilai apa yang dilakukan oleh Luther bukan berusaha menghapus segala sesuatu yang berbau Katolik Roma. Ia juga memprotes hidup membiara yang menganjurkan para biarawan tidak boleh menikah. Perubahan-perubahan ini memang didukung oleh Luther, tetapi kemudian Carlstads dipengaruhi oleh nabi-nabi dari Zwickau yang sifatnya radikal dan merusak. Mereka menyerang gereja-gereja dan altar-altarnya dihancurkan. Huru-hara ini tidak dapat dikendalikan oleh Frederick yang budiman. Peristiwa ini didenagr olehLuther dan ia secepatnya datang kembali ke Wittenberg. Ia memulainya dengan jalan berkhotbah selama seminggu penuh untuk menenteramkan suasana kacau itu. Menurut Luther Reformasi gereja tidak dapat dilakukan dengan kekerasan seperti ini. Luther mengecam keras apa yang dilakukan Carlstads, menghardiknya sehingga Carlstads mengungsi ke Swiss.
Mei 1525, Luther meminang Catharina Von Bora sebagai istrinya.Pertalian cinta kasih sepasang suami-istri ini bertambah berat tatkala pada tanggal 7 Juli 1526 lahir seorang anak laki-lakinya. Luther menyambut anaknya Luther Jr, dengan penuh sukacita "Sudah datang seorang Luther kecil!".
Reformasi yang diperjuangkan Luther melahirkan gereja yang disebut Protestan, ada yang mengatakan karena Luther mengadakan protes.Gereja-gereja yang beraliran Lutheran saat ini tersebar di seluruh penjuru dunia. Semangat Luther, seharusnya menjadi semangat setiap orang-orang percaya. Keberanian Luther seharusnya menjadi keberaniaan setiap kita. Kesetiaan Luther seharusnya juga dimiliki oleh orang-orang Kristen masa kini. Tahun 1537 Luther kembali mengarang suatu karangan yang menguraikan pokok-pokok iman gereja Reformatoris. Untuk keperluan jemaat dan para pendeta Luther juga mengeluarkan buku Katekismus Kecilan Katekismus Besar. Martin Luther dipanggil ke sisiNya pada tanggal 18 Februari 1546 dalam usianya yang ke 62 tahun di Eisleben. Motto pelayanan Luther yang luar biasa adalah: "Aku tidak akan mati, tetapi hidup dan memberitakan karya-karya Tuhan".
Inilah pengajarannya, inilah hidupnya dan inilah berita yang disampaikannya. Memang kita tidak menghormati Luther sebagai orang yang aneh atau luar biasa, sebab sesungguhnya ia memang orang biasa yang Tuhan percayakan kepadanya tugas yang luar biasa. Tetapi saya yakin kita tetap mau mendengarkan kesaksiannya dan sejalan dengan apa yang diucapkan Melanchthon, "berterima kasih kepada Doktor Martin Luther yang terhormat itu, karena ia telah mengajarkan Injil yang benar itu kepada kita."
oleh SaumimanSaud
Friday, August 22, 2008
KERELAAN (Filipi 2 : 13)
Kuberikan segalanya Tuhan
Cita-cita, pengharapan
Kuserahkan kepadaMu
Kuberikan yang terbaik Tuhan
Bentuk sesuai rencanaMu
Karya yang mulia
(1999, Symphony Music)
Bagaimanakah perasaan Abraham ketika ia menyerahkan anaknya Ishak sebagai korban bakaran ? Ia pasti sangat mengasihi anak itu, karena Abraham adalah anak yang telah dijanjikan Allah yang kelak akan meneruskan keturunannya di bumi. Siapa sangka kalau di saat Ishak telah dewasa, Allah memerintahkan Abraham untuk mengorbankan anaknya. Pastilah Abraham akan berontak dan mulai mencari akal untuk menghindari perintah tersebut, sama halnya ketika ia menemui kesulitan bersama istrinya Sara. Tetapi di dalam Alkitab kita lihat betapa Abraham sangat tenang menghadapi ujian ini. Tidak sekalipun ia membiarkan emosinya mengganggu keyakinannya terhadap janji Allah. Abraham benar-benar belajar bagaimana membuka lebar-lebar tangannya dan membiarkan Allah mengambil segala sesuatu yang berada dalam kehidupannya.
Merelakan apa yang kita punyai dan membiarkan Allah memakai segala sesuatunya menurut rencana Dia sendiri. Saya belajar hal itu dari kehidupan orang-orang yang mau pergi dari negerinya, meninggalkan semua yang telah ia miliki, dan hidup dalam kondisi yang serba baru untuk memberitakan kasih Allah. Banyak dari kita yang mengenal Injil keselamatan melalui orang-orang seperti ini. Mengikut Dia memang ada konsekuensinya seperti yang dikatakan dalam Alkitab, bahwa setiap orang yang siap membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah (Luk. 9 : 62).
Banyak di antara kita yang telah memperoleh bagian yang terbaik dalam kehidupannya, tetapi menggenggamnya erat-erat dan tidak mampu melepaskannya. Tetapi ingat bukankah segala yang sesuatunya harus kita serahkan kembali kepada Allah, bahkan bagian yang terbaik sekalipun. Merelakan Allah memakai setiap kemampuan kita, dipakai untuk mempermuliakan Dia dan membagikan kasih Allah kepada sesama. Saya belajar bagaimana di saat saya kehilangan sesuatu, maka saya juga harus memberikan sesuatu itu pada orang lain. Di saat saya membutuhkan kasih, maka saya harus bisa membagikan kasih kepada orang lain. Memang ada rasa kuatir dan cemas, merasa diri paling menderita, dan memohon belas kasihan dari Allah, tetapi saya rasa itu adalah penghalang berkat Allah yang akan mengalir kepada saya.
Melepaskan impian kita, cita-cita kita, pengharapan kita, karena mungkin suatu saat nanti Allah meminta itu kembali dan kita harus siap merelakannya. Membiarkan Allah menjadi penguasa dalam kehidupan kita tanpa ada keangkuhan atau belas kasihan terhadap diri sendiri, karena berkat Allah akan mengalir melalui diri kita dan mejadikan hidup kita lebih indah.
Cita-cita, pengharapan
Kuserahkan kepadaMu
Kuberikan yang terbaik Tuhan
Bentuk sesuai rencanaMu
Karya yang mulia
(1999, Symphony Music)
Bagaimanakah perasaan Abraham ketika ia menyerahkan anaknya Ishak sebagai korban bakaran ? Ia pasti sangat mengasihi anak itu, karena Abraham adalah anak yang telah dijanjikan Allah yang kelak akan meneruskan keturunannya di bumi. Siapa sangka kalau di saat Ishak telah dewasa, Allah memerintahkan Abraham untuk mengorbankan anaknya. Pastilah Abraham akan berontak dan mulai mencari akal untuk menghindari perintah tersebut, sama halnya ketika ia menemui kesulitan bersama istrinya Sara. Tetapi di dalam Alkitab kita lihat betapa Abraham sangat tenang menghadapi ujian ini. Tidak sekalipun ia membiarkan emosinya mengganggu keyakinannya terhadap janji Allah. Abraham benar-benar belajar bagaimana membuka lebar-lebar tangannya dan membiarkan Allah mengambil segala sesuatu yang berada dalam kehidupannya.
Merelakan apa yang kita punyai dan membiarkan Allah memakai segala sesuatunya menurut rencana Dia sendiri. Saya belajar hal itu dari kehidupan orang-orang yang mau pergi dari negerinya, meninggalkan semua yang telah ia miliki, dan hidup dalam kondisi yang serba baru untuk memberitakan kasih Allah. Banyak dari kita yang mengenal Injil keselamatan melalui orang-orang seperti ini. Mengikut Dia memang ada konsekuensinya seperti yang dikatakan dalam Alkitab, bahwa setiap orang yang siap membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah (Luk. 9 : 62).
Banyak di antara kita yang telah memperoleh bagian yang terbaik dalam kehidupannya, tetapi menggenggamnya erat-erat dan tidak mampu melepaskannya. Tetapi ingat bukankah segala yang sesuatunya harus kita serahkan kembali kepada Allah, bahkan bagian yang terbaik sekalipun. Merelakan Allah memakai setiap kemampuan kita, dipakai untuk mempermuliakan Dia dan membagikan kasih Allah kepada sesama. Saya belajar bagaimana di saat saya kehilangan sesuatu, maka saya juga harus memberikan sesuatu itu pada orang lain. Di saat saya membutuhkan kasih, maka saya harus bisa membagikan kasih kepada orang lain. Memang ada rasa kuatir dan cemas, merasa diri paling menderita, dan memohon belas kasihan dari Allah, tetapi saya rasa itu adalah penghalang berkat Allah yang akan mengalir kepada saya.
Melepaskan impian kita, cita-cita kita, pengharapan kita, karena mungkin suatu saat nanti Allah meminta itu kembali dan kita harus siap merelakannya. Membiarkan Allah menjadi penguasa dalam kehidupan kita tanpa ada keangkuhan atau belas kasihan terhadap diri sendiri, karena berkat Allah akan mengalir melalui diri kita dan mejadikan hidup kita lebih indah.
Subscribe to:
Posts (Atom)